Kamis, 24 September 2020
Kegunaaan kayu bakar
sejak tahun 1990an penggunaan kayu bakar di dunia semakin menurun, sementara penggunaan arang kayu semakin meningkat dan mulai menggantikan kayu bakar. Hal ini tidak terlepas dari sifat kayu bakar yang merupakan barang inferior dengan elastisitas negatif, yang berarti semakin tinggi pendapatan individu, semakin kecil kemungkinan individu tersebut menggunakan kayu bakar dan akan lebih beralih ke jenis bahan bakar lain yang lebih praktis.[1]:243 Namun kayu bakar tetap menjadi alternatif lapisan masyarakat menengah ke bawah jika harga bahan bakar lain seperti gas meningkat.[6]
Kayu bakar juga menjadi mata pencaharian bagi rakyat miskin. Di pedesaan di Jawa Barat, kayu bakar dijual ke konsumen dengan harga Rp 600 per kilogram. Kayu bakar tersebut didapatkan sebagai limbah penggergajian kayu maupun memungutnya dari hutan.[7]:237
Meski sudah tersedia bahan bakar jenis lain yang memiliki nilai kalori lebih tinggi, lebih bersih, dan lebih praktis, tetapi beberapa jenis kuliner di dunia masih menggunakan kayu bakar untuk memasaknya.[8] Di berbagai tempat, kayu bakar tetap digunakan karena telah menjadi ciri khas.[9] Memasak dengan kayu bakar diyakini memiliki rasa yang berbeda dibandingkan memasak dengan bahan bakar lain
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SOSIALISASI GEMAR MINUM SUSU
Sosialisasi gemar minum susu sebagai upaya penanganan stunting di kabupaten Bekasi tahun 2020. Mari semua anak- anak SD dan keluarga di Kabu...
-
Berikut beberapa jenis ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia: Olahraga Bola basket Bola voli Futsal Sepak bola Sep...
-
Pelatihan membuat Blog untuk para pendidik di kecamatan Bojonngmangu yang dilaksanakan di Hotel Sakura selama tiga hari sangat banyak sekal...
-
Sosialisasi gemar minum susu sebagai upaya penanganan stunting di kabupaten Bekasi tahun 2020. Mari semua anak- anak SD dan keluarga di Kabu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar